Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (Presiden RI Optimis atas Perekonomian Indonesia ke Depan)

15181242 1097249750323925 2079815908111306445 N

15181479 1096547443727489 7865056560793442476 N15181242 1097249750323925 2079815908111306445 N15085563 1097249713657262 234927007087994027 N 15192758 1097249696990597 3368731701295275246 N 15193531 1097278186987748 8764333727722046695 NKemarin pada hari selasa 22 November 2016 Perbarindo menghadiri acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2016 dengan tema “Mengoptimalkan Potensi, Memperkuat Resiliensi”.

Presiden RI, Joko Widodo, menyampaikan optimismenya terhadap perekonomian Indonesia ke depan. Hal ini disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Selasa (22/11), di Jakarta. Pertumbuhan ekonomi Indonesia, dibandingkan negara lain, masih pada posisi sangat baik. Selain itu, indikator perekonomian lain, seperti inflasi dan defisit transaksi berjalan, berada pada tingkat yang terkendali. Meski demikian, masih terdapat tantangan perekonomian, baik dari eksternal maupun domestik. Hanya dengan optimismelah kita bisa melalui tantangan dan rintangan-rintangan ke depan.

Selanjutnya, Presiden RI mengangkat mengenai tiga hal yang perlu dibenahi dalam pengembangan ekonomi Indonesia.

  • Pertama, pemberantasan korupsi dan pungutan liar.
  • Kedua, inefisiensi birokrasi.
  • Ketiga, ketertinggalan infrastruktur. Program-program deregulasi pemerintah dilakukan untuk menjawab tantangan dalam ketiga aspek tersebut. Apabila hal tersebut dapat diselesaikan, Indonesia akan memiliki sebuah fondasi yang kuat untuk tinggal landas menuju level yang lebih baik.

Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur BI, Agus D.W. Martowardojo, menekankan tiga potensi yang perlu dioptimalkan Indonesia, untuk mendorong resiliensi atau daya tahan perekonomian nasional.

  • Aspek pertama adalah kepercayaan dan keyakinan yang tinggi dari pelaku ekonomi terhadap pemerintah.
  • Kedua, sumber pembiayaan ekonomi yang besar.
  • Ketiga, perkembangan teknologi digital yang pesat dan mendukung kegiatan ekonomi. Seluruh potensi tersebut akan dapat memperkuat dan menggandakan manfaat dari potensi sumber daya alam dan potensi sumber daya manusia yang sudah lebih dulu dikelola dan telah dijadikan prioritas.

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2016 mengambil tema “Mengoptimalkan Potensi, Memperkuat Resiliensi”. Pertemuan dihadiri pula oleh pimpinan lembaga negara, menteri kabinet kerja, pimpinan lembaga pemerintah, pimpinan DPR-RI, para gubernur kepala daerah, pimpinan perbankan dan korporasi nonbank, akademisi, pengamat ekonomi, serta perwakilan sejumlah lembaga internasional

Sebagaimana tradisi Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, dalam kesempatan tersebut Bank Indonesia memaparkan memaparkan kondisi perekonomian saat ini, tantangan, arah kebijakan yang akan ditempuh serta prospek perekonomian Indonesia kedepan.

Sumber : www.bi.go.id

Scroll to Top